Bekerja dengan Agent Lain

Tidak ada satu agent pun yang ahli dalam segala hal. Daripada menjejalkan semua kemampuan ke satu agent, Anda bisa membiarkan agent bekerja sebagai tim: agent Anda meminta bantuan agent spesialis, atau agent lain bertanya ke agent Anda. Langkah ini menunjukkan kedua arah tersebut dan kapan masing-masing layak disiapkan.

Dalam langkah ini, Atlas, asisten operasional Kirana Group, mendapat rekan kerja: Ledger, asisten keuangan Kirana Group untuk pembayaran vendor. Atlas mengetahui kebijakan approval dan status proyek Kirana. Ledger mengetahui kapan dan bagaimana Finance membayar invoice vendor. Daripada menyalin aturan pembayaran Ledger ke Atlas, Anda membiarkan Atlas bertanya ke Ledger.


Sebelum memulai


Dua arah, dua tempat di CMS

ArahArtinyaTempat mengaturnya
OutboundAgent Anda memanggil agent lain. Saat sebuah pertanyaan berada di luar keahliannya, agent menyerahkan bagian itu ke agent yang terhubung lalu memakai balasannya dalam jawaban.Tools โ†’ Other Agents
InboundAgent lain memanggil agent Anda. Anda membuat agent Anda bisa dijangkau, menjelaskan keahliannya, memilih tool mana yang boleh dipakai pemanggil, dan membagikan key.Channels โ†’ Agent-to-Agent, ditambah Channels โ†’ Agent Keys untuk key-nya

Kedua arah ini independen dan disimpan terpisah. Anda bisa memakai salah satunya, atau keduanya.

Kedua arah memakai standar terbuka A2A (Agent2Agent), sehingga pihak lain tidak harus berupa agent qlar. Sebelum A2A, agent dihubungkan dengan koneksi lama bernama classic: pemanggil memasukkan kode agent lain dan salah satu agent key-nya. Koneksi classic masih berfungsi dan masih bisa Anda tambahkan di Tools โ†’ Other Agents, tetapi metode classic akan segera dihentikan, jadi gunakan A2A untuk semua yang baru. Agent key sendiri tetap ada: pemanggil A2A juga membutuhkannya.


Kapan setup multi-agent membantu

Hubungkan agent ketika:

  • Keahlian tersebar di beberapa tim. Setiap tim mengelola agent-nya sendiri dengan knowledge sendiri, dan sebuah agent garis depan meneruskan pertanyaan ke agent-agent tersebut.
  • Sebuah agent punya tool yang tidak ingin Anda salin. Agent finance sudah terhubung ke sistem pembayaran. Agent lain cukup bertanya kepadanya, alih-alih masing-masing menyimpan credential yang sama.
  • Audiens yang berbeda membutuhkan agent yang berbeda. Agent untuk semua karyawan bisa menanyakan fakta ke agent internal sebuah tim, sementara tool lain milik agent internal itu tetap tertutup.

Contoh: Kirana Group menjalankan Atlas untuk operasional dan Ledger untuk pembayaran vendor. Seorang project manager bertanya ke Atlas: "A vendor sent a USD 72,000 invoice for the Surabaya warehouse steel. When will Finance pay it, and what does the invoice need?" SOP milik Atlas mengatur approval, bukan termin pembayaran, jadi Atlas memanggil Ledger (outbound), mendapatkan aturan pembayaran Kirana, lalu menjawab project manager tersebut. Di sisi Ledger, tim Finance menyalakan Agent-to-Agent (inbound), menulis contoh pertanyaan seperti "When will Finance pay a vendor invoice?", dan memberikan key kepada pemilik Atlas.

Tetap sederhana bila satu agent dengan knowledge yang baik dan beberapa tool sudah cukup. Setiap lompatan tambahan antar agent menambah waktu respons.


Halaman dalam langkah ini

HalamanYang akan Anda lakukan
Memanggil Agent LainDi Atlas: menghubungkan Ledger dengan share link dan key-nya, lalu menguji penyerahannya di Preview.
Mengizinkan Agent Lain Memanggil Agent AndaDi Ledger: membuatnya bisa dijangkau, mengisi agent card-nya, memeriksa tool yang boleh dipakai pemanggil, dan membuat key untuk Atlas.

Mulai dari mana: jika Anda ingin agent Anda mendapat bantuan dari spesialis, mulailah dengan Memanggil Agent Lain. Jika Anda pemilik agent spesialisnya, mulailah dengan Mengizinkan Agent Lain Memanggil Agent Anda. Bila Anda memiliki kedua agent, seperti pada contoh Kirana, siapkan sisi inbound di Ledger lebih dulu, karena sisi outbound di Atlas membutuhkan share link dan key milik Ledger.


Langkah berikutnya