Bekerja dengan Agent Lain

Tidak ada satu agent pun yang ahli dalam segala hal. Daripada menjejalkan semua kemampuan ke satu agent, Anda bisa membiarkan agent bekerja sebagai tim: agent Anda meminta bantuan agent spesialis, atau agent lain bertanya ke agent Anda. Langkah ini menunjukkan kedua arah tersebut dan kapan masing-masing layak disiapkan.


Sebelum memulai


Dua arah, dua tempat di CMS

ArahArtinyaTempat mengaturnya
OutboundAgent Anda memanggil agent lain. Saat sebuah pertanyaan berada di luar keahliannya, agent menyerahkan bagian itu ke agent yang terhubung lalu memakai balasannya dalam jawaban.Tools โ†’ Other Agents
InboundAgent lain memanggil agent Anda. Anda membuat agent Anda bisa dijangkau, menjelaskan keahliannya, memilih tool mana yang boleh dipakai pemanggil, dan membagikan key.Channels โ†’ Agent-to-Agent, ditambah Channels โ†’ Agent Keys untuk key-nya

Kedua arah ini independen dan disimpan terpisah. Anda bisa memakai salah satunya, atau keduanya.

Kedua arah memakai standar terbuka A2A (Agent2Agent), sehingga pihak lain tidak harus berupa agent qlar. Sebelum A2A, agent dihubungkan dengan koneksi lama bernama classic: pemanggil memasukkan kode agent lain dan salah satu agent key-nya. Koneksi classic masih berfungsi dan masih bisa Anda tambahkan di Tools โ†’ Other Agents, tetapi metode classic akan segera dihentikan, jadi gunakan A2A untuk semua yang baru. Agent key sendiri tetap ada: pemanggil A2A juga membutuhkannya.


Kapan setup multi-agent membantu

Hubungkan agent ketika:

  • Keahlian tersebar di beberapa tim. Setiap tim mengelola agent-nya sendiri dengan knowledge sendiri, dan sebuah agent front desk meneruskan pertanyaan ke agent-agent tersebut.
  • Sebuah agent punya tool yang tidak ingin Anda salin. Agent finance sudah terhubung ke sistem billing. Agent lain cukup bertanya kepadanya, alih-alih masing-masing menyimpan credential yang sama.
  • Audiens yang berbeda membutuhkan agent yang berbeda. Agent publik untuk pelanggan bisa menanyakan fakta ke agent internal, sementara tool lain milik agent internal tetap tertutup.

Contoh: sebuah rumah sakit menjalankan agent publik Front Desk dan agent internal Pharmacy. Seorang pasien bertanya ke agent Front Desk: "Apakah amoxicillin tersedia di cabang Kemang?" Agent Front Desk tidak tahu jumlah stok, jadi ia memanggil agent Pharmacy (outbound), mendapatkan jawabannya, lalu membalas pasien. Di sisi Pharmacy, pemiliknya menyalakan Agent-to-Agent (inbound), menulis contoh pertanyaan seperti "Apakah suatu obat tersedia di sebuah cabang?", hanya mengizinkan tool pengecekan stok, dan memberikan key kepada pemilik agent Front Desk.

Tetap sederhana bila satu agent dengan knowledge yang baik dan beberapa tool sudah cukup. Setiap lompatan tambahan antar agent menambah waktu respons.


Halaman dalam langkah ini

HalamanYang akan Anda lakukan
Memanggil Agent LainMenghubungkan agent lain ke agent Anda dengan share link dan key-nya, lalu menguji penyerahannya di Preview.
Mengizinkan Agent Lain Memanggil Agent AndaMembuat agent Anda bisa dijangkau, mengisi agent card-nya, memilih tool yang boleh dipakai pemanggil, dan membuat key untuk mereka.

Mulai dari mana: jika Anda ingin agent Anda mendapat bantuan dari spesialis, mulailah dengan Memanggil Agent Lain. Jika Anda pemilik agent spesialisnya, mulailah dengan Mengizinkan Agent Lain Memanggil Agent Anda. Bila Anda memiliki kedua agent, siapkan sisi inbound lebih dulu, karena sisi outbound membutuhkan share link dan key-nya.


Langkah berikutnya